Tampilkan postingan dengan label Nasoihul Ibad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasoihul Ibad. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Januari 2017

Maqalah Ketujuh Belas



والمقالة السابعة عشرة [ قيل طوبي ] أي الخير الكثير [ لمن كان عقله أمير ] بأن يقتدي بمراد عقله الكامل [ وهواه ] أي ميلان نفسه إلى ما لا تشتهيه من غير داعية الشرع [ أسير ] أي ممنوعا من ذلك [ وويل ] أي هلاك شديد [ لمن كان هواه أميرا ] بأن أرسلها الى مشتهتيا [ وعقله أسيرا ] أي ممنوعا من نحو التفكر في نعم الله تعالى وفي عظمته تعالى.


Dan Maqalah yang Ketujuh Belas [di katakan thuba: benar-benar kebahagiaan] yakni kebaikan yang banyak [bagi orang yang akalnya sebagai panglima] yakni dengan mengikuti kehendak akalnya yang sempurna [dan hawa nafsunya] yakni kecenderungan dirinya sendiri kepada apa yang dia tidak menginginkannya selain ajakannya syara’ [sebagai tawanan] yakni di larang dari kecenderungan itu [dan celaka] yaitu kehancuran yang sangat [bagi orang yang hawa nafsunya sebagai panglima] dengan mengumbar hawa nafsunya kepada keinginan-keinginannya [dan akalnya sebagai tawanan] yakni di larang dari semisal berpikir-pikir dalam nikmat-nikmat Allah ta’ala dan dalam keagungan-Nya.
Read more

Maqolah kelima belas




والمقالة الخامسة عشرة [ عن أبي بكر الصديق رضي الله عنه في قوله تعالى – ظهر الفساد في البر والبحر - قال ] أي أبو بكر في تفسير ذلك [ البر هو اللسان واالبحر هو القلب فإذا فسد اللسان ] بالسب مثلا [ بكت عليه النفوس ] أي الأشخاص من بني آدم [ وإذا فسد القلب ] بالرياء مثلا [ بكت عليه الملائكة ] فإنما شبه القلب بالبحر لشدة عمقه واتساعه.


Dan Maqalah yang Kelima Belas [dari abu bakar ash shiddiq semoga Allah meridhainya di dalam firman Allah ta’ala – telah jelas kerusakan di dalam daratan dan lautan – beliau berkata] yaitu abu bakar dalam menafsirkan firman Allah ta’ala itu [daratan maksudnya adalah lisan dan lautan maksudnya adalah hati maka apabila telah rusak lisan] dengan mencela umpamanya [menangis atas lisan jiwa-jiwa itu] yakni orang-orang dari bani adam [dan apabila telah rusak hati itu] dengan riya atau pamer sebagai contoh [menagis atas hati malaikat itu] maka sesungguhnya tidak lain hati itu di serupakan dengan lautan karena sangat dalamnya hati dan luasnya hati.
Read more

Maqolah keempat belas




والمقالة الرابعة عشرة [ عن بعض الحكماء ] أي أطباء القلوب وهم الأولياء [ من توهم أن له وليا أولى من الله قلت معرفته بالله ] والمعنى من ظن أن له ناصرا أقرب من الله وأكثر نصرته منه فإنه لم يعرف الله تعالى [ ومن توهم أن له عدوا أعدى من نفسه قلت معرفته بنفسه ] أي ومن ظن أن له عدوا أقوى من نفسه الأمارة واللوامة فإنه لم يعرف نفسه.


Dan Maqalah yang Keempatbelas : [dari sebagian alhukama] yaitu dokter-dokternya hati dan mereka itu adalah para wali [barangsiapa yang menggangap bahwa kepunyaannya ada kekasih yang lebih utama daripada Allah maka sedikit pengenalannya kepada Allah] dan maknanya adalah barangsiapa yang menyangka bahwa kepunyaannya ada penolong yang lebih dekat dari Allah dan lebih banyak pembelaannya darinya maka sesungguhnya dia belum kenal Allah ta'ala [dan barangsiapa yang menduga bahwa kepunyaannya ada musuh yang lebih memusuhi daripada dirinya sendiri, maka sedikit pengenalannya dengan dirinya sendiri] yakni dan barangsiapa yang menyangka bahwa kepunyaannya musuh yang lebih kuat daripada nafsunya, yaitu nafsu amarah: nafsu yang selalu perintah dan mengajak jelek dan nafsu lawamah: nafsu yang bila dia mau berbuat baik maka di cela, maka sesungguhnya dia belum kenal dirinya sendiri.
Read more

Maqolah ketigabelas




والمقالة الثالثة عشرة ( قيل : هم العارف الثناء ) أي مراد العارف بالله الثاء على الله تعالى بجميل صفاته ( وهم الزاهد الدعاء ) أي مراد المعرض عن الزائد على قدر الحاجة من الدنيا بقلبه الدعاء وهو التضرع إلى الله تعالى بسؤال ما عنده من الخير( لأن هم العارف ربه ) لا الثواب ولا الجنة ( وهم الزاهد نفسه ) أي منفعة نفسه من الثواب والجنة ففرق بين من همته الحور وهمته رفع الستور.

Dan Maqalah yang Ketigabelas :  [dikatakan : pikiran orang yang makrifat, yaitu pujian] yakni yang di inginkan orang yang mengenal kepada Allah itu pujian kepada Allah ta'ala dengan keindahan sifat-sifat Allah [dan pikiran orang yang zuhud, yaitu doa] yakni keinginan orang yang berpaling dari berlebihan di atas ukuran hajat dari dunia dengan hatinya adalah berdoa, dan doa itu adalah merendahkan diri kepada Allah ta'ala dengan meminta apa yang ada di sisinya dari kebaikan [karena sesungguhnya pikirannya orang yang kenal kepada Tuhannya] tidak berpikir pahala dan tidak berpikir pula surga [dan pikiran orang yang zuhud adalah dirinya sendiri] manfaat diri sendiri dari pahala dan surga, maka beda antara pikirannya itu bidadari dan pikirannya orang itu tersingkap takbir alam malakut.
Read more

Maqolah keduabelas




والمقالة الثانية عشرة : عن النبي صلى الله عليه وسلم : [ لا صغيرة مع الإصرار ] فإنها بالمواظبة عليها تعظيم فتصير كبيرة ، وأيضا إنها على عزم استدامتها تصير كبيرة فإن نية المرء في المعاصي كانت معصية [ ولا كبيرة مع الإستغفار ] أي التوبة بشروطها فإن التوبة تمحو أثر الخطيئة وإن كانت كبيرة ، روي هذا الحديث الديلمي عن ابن عباس لكن بتقديم الجملة الأخيرة عن الأولى.


Dan Maqalah yang Keduabelas : Dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : 'Tidak ada dosa kecil bersama itu di lakukan dengan terus menerus', maka sesungguhnya dosa kecil itu dengan membiasakan melakukannya bisa jadi besar maka dosa kecil itu menjadi besar, dan juga sesungguhnya dosa kecil itu dengan berniat melanggengkannya atau melakukan secara terus, dosa kecil itu menjadi dosa besar, maka sesungguhnya niat seseorang itu dalam perbuatan-perbuatan maksiat itu adalah maksiat, 'Dan tidak ada dosa besar bersamaan dengan meminta ampun', yakni taubat dengan syarat-syaratnya taubat, maka sesungguhnya taubat itu bisa menghapus bekasnya kesalahan, meskipun kesalahan itu besar, imam addailami meriwayatkan hadis ini dari ibnu abbas akan tetapi dengan mendahulukan kalimat yang akhir dari yang pertama.
Read more

Maqolah kesebelas



والمقالة الحادية عشرة [ عن بعض الحكماء ] أي الأولياء [ لا تحقروا الذنوب الصغار ] أي لا تعدوها صغارا [ فإنها تتشعب منها الذنوب الكبار ] وأيضا ربما يكون غضب الله تعالى في تلك الصغار.


Dan Maqalah yang Kesebelas : 'Dari sebagian Orang-Orang yang Arif Bijaksana', yakni para wali, 'Janganlah kalian meremehkan dosa-dosa kecil', yakni janganlah kalian menghitungnya sebagai dosa kecil, 'Maka sesungguhnya cabang-cabang dari dosa kecil adalah dosa-dosa besar', dan juga bisa terjadi marahnya Allah di dalam dosa-dosa kecil itu.
Read more

Maqolah kenambelas


والمقالة السادسة عشرة [ قيل إن الشهوة تصير الملوك عبيدا ] فإن من أحب شيئا فهو عبده [ والصبر يصير العبيد ملوكا ] لأن العبد بصبره ينال ما يريد [ ألا ترى ] أي ألا يصل علمك [ إلى ] قصة سيدنا الكريم ابن الكريم ابن الكريم ابن الكريم [ يوسف ]  الصديق ابن يعقوب الصبور ابن اسحاق الحليم ابن ابراهيم الخليل الأواه عليهم السلام [ وزليخا ] فإنها أحبت سيدنا يوسف نهاية الحب وهو يصبر على مكرها وأذيتها.


Dan Maqalah yang Keenam Belas [di katakan sesungguhnya syahwat itu menjadikan raja-raja sebagai budak] maka sesungguhnya barangsiapa yang mencintai sesuatu maka orang itu adalah budaknya [dan sabar itu menjadikan budak-budak itu sebagai raja-raja] karena sesungguhnya budak dengan sebab sabarnya budak, dia mendapatkan apa yang dia inginkan [apakah kamu tidak melihat] yakni apakah tidak sampai pengetahuanmu [kepada] kisah pemimpin kita yang mulia, anak orang yang mulia, anak orang yang mulia, anak orang yang mulia [yusuf] ash shiddiq: yang benar, anak ya’qub ash shabur: yang sangat sabar, anak ishaq al halim: yang penyayang, anak ibrahim al khalil: kekasih Allah, al awwah: yang banyak ibadahnya, semoga keselamatan atas mereka [dan zulaika] maka sesungguhnya zulaikha mencintai pemimpin kita yusuf dengan sangat cinta, dan yusuf sabar atas tipu daya zulaikha dan gangguannya.
Read more

Maqolah kesepuluh



والمقالة العلشرة [ عن بعض الزهاد ] وهم الذين احتقروا الدنيا ولم يبالوا بها بل أخذوا منها قدر ضرورتهم [ من أذنب ذنبا ] أي تحمله [ وهو يضحك ] أي والحال أنه يفرح بتحمله [ فإن الله يدخله النار وهو يبكي ] لأن حقه أن يندم ويستغفر الله تعالى لذلك [ ومن أطاع وهو يبكي ] حياء من الله تعالى وخوفا منه تعالى على تقصيره في تلك الطاعة [ فإن الله تعالى يدخله الجنة وهو يضحك ] أي يفرح غاية الفرح لحصول مطلوبه وهو عفو الله تعالى.

Dan Maqalah yang Kesepuluh : Dari sebagian ahli-ahli zuhud, yang mana mereka adalah orang-orang yang meremehkan dunia dan tidak memperdulikannya, bahwa mereka mengambil dari dunia sesuai dengan kebutuhan mereka, 'Barangsiapa yang berbuat dosa', yakni memikul beban dosa, 'Dalam keadaan dia tertawa', yakni dalam keadaan dia gembira dengan memikul beban dosa itu, 'Maka sesungguhnya Allah akan memasukannya ke neraka, dalam keadaan dia menangis', karena haknya orang itu adalah dia menyesal dan meminta ampun kepada Allah ta'ala karena perbuatan itu, 'Dan barangsiapa dia mentaati Allah dalam keadaan dia menangis', karena malu dari Allah ta'ala dan takut dari Allah ta'ala atas kekurangannya dalam ketaatan itu, 'Maka sesungguhnya Allah ta'ala akan memasukannya ke dalam surga, dalam keadaan dia tertawa', yakni dia gembira dengan sangat gembira karena dia mendapatkan apa yang di tuntutnya yaitu ampunan Allah ta'ala.


Read more

Maqolah kesembilan


والمقالة التاسعة [ عن سفيان الثوري رضي الله عنه ] وهو شيخ الإمام مالك [ كل معصية ] ناشئة [ عن شهوة ] أي اشتياق النفس إلى شيئ [ فإنه يرجى غفرانها ] أي المعصية [ كل معصية ] نشأت [ عن كبر ] أي دعوى الفضل [ فإنه لا يرجى غفرانها لأن معصية ابليس كان أصلها ] أي المعصية [ من الكبر ] يزعم أنه خير من سيدنا آدم [ و ] لأن [ زلة ] سيدنا آدم عليه السلام [  كان أصلها من الشهوة ] بسبب اشتياقه إلى ذوق ثمرة شجرة الشهوة المنهي عنها.


Dan Maqalah yang Kesembilan : Dari sufyan ats tsauri semoga Allah meridhainya, dia adalah gurunya imam malik : 'Setiap maksiat', yang timbul, 'Dari syahwat atau keinginan', yakni keinginan nafsunya kepada sesuatu, 'Maka sesungguhnya perbuatan itu bisa di harapkan pengampunannya', yakni maksiat, 'Setiap maksiat', yang timbul, 'Dari kesombongan', yakni mengaku lebih utama, 'Maka sesungguhnya perbuatan itu tidak bisa di harap ampunannya, karena maksiatnya iblis itu adalah asalnya', yakni maksiat, 'Dari kesombongan', yang menganggap bahwa iblis lebih baik dari pada pemimpin kita adam, 'Dan', karena 'Tergelincirnya', pemimpin kita adam 'alaihis salam, 'Asalnya adalah dari syahwat atau keinginan', dengan sebab keinginannya untuk merasakan buah pohon syahwat yang di larang darinya.
Read more

Maqolah kedelapan



والمقالة الثامنة [ عن الأعمش ] اسمه سليمان بن مهران الكوفي [ رضي الله عنه : من كان رأس ماله التقوى كلت الألسن عن وصف ربح دينه ، ومن كان رأس ماله الدنيا كلت الألسن عن وصف خسران دينه ] والمعنى من تمسك على التقوى بامتثال أوامر الله تعالى واجتناب المعاصي بأن أسس أفعاله بموافقات الشرع فله حسنات كثيرة لا تحصي ، ومن تمسك على أمور مخالفات للشرع فله سيئات كثيرة عجزت الألسن عن ذكر ذلك بالعدد.


Dan Maqalah yang Kedelapan : Dari Al A'masy, namanya adalah sulaiman bin mihran alkufi, Semoga Allah meridhainya, 'Barangsiapa yang modalnya adalah takwa, maka kelu lisannya dari mensifati keuntungan agamanya, dan Barangsiapa yang modalnya adalah dunia, maka kelu lisannya dari mensifati kerugiannya', maknanya adalah barangsiapa yang berpegang teguh kepada taqwa dengan menjalankan perintah-perintah Allah ta'ala dan menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat dengan mendasari tindakan-tindakannya dengan mencocok-cocoki syara' agama maka baginya kebaikan-kebaikan yang banyak yang tidak bisa di hitung, dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada perkara-perkara yang menyelisihi terhadap syara' agama maka baginya kejelekan yang sangat banyak, yang lisan-lisan itu tidak mampu dari menyebutkan keburukan itu dengan hitungan.
Read more

Maqolah ketujuh



والمقالة السابعة [ عن يحيى بن مغاذ رضي الله عنه : ما عصي الله كريم ] أي حميد الفعال وهو من يكرم نفسه بالتقوى وبالإحتراس عن المعاصي [ ولا آثر الدنيا ] أي لا قدمها ولا فضلها [ على الآخرة حكيم ] أي مصيب في أفعاله وهو من يمنع نفسه من مخالفة عقله السليم.


Dan Maqalah yang Ketujuh : Dari yahya bin mu'adz semoga Allah meridhainya : 'Tidak durhaka kepada Allah yakni Orang yang mulia', yakni yang terpuji perbuatan-perbuatannya dan karim adalah orang yang memuliakan dirinya sendiri dengan taqwa dan dengan menjaga diri sendiri dari perbuatan-perbuatan maksiat, 'Dan tidak memilih dunia', yakni tidak mendahulukan dan tidak mengutamakan dunia, 'Atas akherat yakni Orang yang bijaksana', yakni orang yang selalu benar dalam perbuatan-perbuatannya dan hakim adalah orang yang menahan dirinya sendiri dari menyelisihi akalnya yang sehat.
Read more

Maqolah keenam




والمقالة السادسة [ عن علي رضي الله عنه ] وكرم وجهه [ من كان في طلب العلم كانت الجنة في طلبه ومن كان في طلب المعصية كانت النار في طلبه ] أي من اشتغل في العلم النافع الذي لا يجوز للبالغ العاقل جهله كان في حقيقة طالبا للجنة ولرضا الله تعالى ومن كان مريدا للمعصية كان في الحقيقة طالبا للنار ولسخط الله تعالى.


Dan Maqalah yang Keenam : Dari ali semoga Allah meridhainya dan semoga Allah memuliakan wajahnya : 'Barangsiapa yang dalam posisi mencari ilmu, maka surga itu yang mencarinya, dan Barangsiapa yang dia dalam posisi mencari maksiat, maka neraka itu yang mencarinya', yakni barangsiapa yang menyibukan diri dalam ilmu yang bermanfaat yang harus bagi seorang yang dewasa dan berakal untuk untuk mengetahuinya, yang dia pada hakekatnya adalah orang yang mencari terhadap surga dan keridhaan Allah ta'ala dan barangsiapa yang berkeinginan untuk berbuat maksiat, yang dia pada hakekatnya adalah orang yang mencari terhadap neraka dan terhadap murka Allah ta'ala. 
Read more

Maqolah kelima


والمقالة الخامسة [ عن عثمان رضي الله عنه : هم الدنيا ظلمة في القلب وهم الآخرة نور القلب ] أي الحزن في الأمور المتعلقة بالدنيا صار مظلما في القلب والحزن في الأمور المتعلقة بالآخرة صار منورا للقلب ، اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا ولا مبلغ علمنا.


Dan Maqalah yang Kelima : Dari utsman semoga Allah meridhainya : 'Memikirkan dunia adalah kegelapan di dalam hati dan memikirkan akhirat adalah cahayanya hati', yakni susah dalam perkara-perkara yang berhubungan dengan dunia menjadikan gelap di dalam hati dan susah dalam perkara-perkara yang berhubungan dengan akhirat itu menyinari terhadap hati, Ya Allah jangan Engkau jadikan dunia itu sebesar-besar susah kami dan bukan pula puncaknya pengetahuan kami.
Read more

Maqolah keempat


والمقالة الرابعة : [ عن عمر رضي الله عنه ] نقل عن الشيخ عبد المعطي السملاوي [ أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لجبريل عليه السلام : صف لي حسنات عمر فقال لو كانت البحار مدادا والشجر أقلاما لما حصرتها ، فقال صف لي حسنات أبي بكر فقال : عمر حسنة من حسنات أبي بكر ] ، [ عز الدنيا بالمال وعز الآخرة بصالح الأعمال ] أي فلا تتقوى أمور الدنيا ولا تصلح بالأموال ولا تتقوى أمور الأخرة ولا تصلح إلا بالأعال الصالحة.
           

Dan Maqalah yang Keempat : Dari umar semoga Allah meridhainya, di nukil dari syaikh abdul mu'thi assamlawi, bahwa nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada malaikat jibril : 'Sifatilah olehmu untuk saya kebaikan-kebaikan umar', maka malaikat jibril menjawab : 'Jika saja lautan itu di jadikan tinta dan pohon itu di jadikan pena-pena sungguh tidak akan cukup menuliskan kebaikannya', maka beliau bertanya : 'Sifatilah olehmu untuk saya kebaikan-kebaikan abu bakar', maka malaikat jibril menjawab : 'Umar itu satu kebaikan dari kebaikan-kebaikannya abu bakar', 'Kemuliaan dunia dengan harta dan kemulian akherat dengan amal shalih', yakni maka tidak akan kuat perkara-perkara dunia dan tidak pantas kecuali dengan adanya harta dan tidak akan kuat perkara-perkara akherat dan tidak pantas kecuali dengan amal-amal shalih.
Read more

Maqolah ketiga


والمقالة الثالثة : [ عن أبي بكر الصديق رضي الله عنه : من دخل القبر بلا زاد ] أي من العمل الصالح [ فكأنما ركب البحر بلا سفينة ] أي فيغرق غرقا لا خلاص له إلا بمن ينقذه كما قال صلى الله عليه وسلم [ مالميت في قبره إلا كالغريق المغوث ] أي الطلب لآن يغاث.


Dan Maqalah yang Ketiga : 'Dari abu bakar semoga Allah meridhainya : Barangsiapa yang masuk kuburan dengan tanpa bekal', yakni dari amal shalih, 'Maka seakan-akan dia tenggelam dengan benar-benar tenggelam, yang dia tidak bisa selamat kecuali ada orang yang menolongnya, sebagaimana sabda nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : 'Tidak ada orang yang mati di dalam kuburnya kecuali seperti orang yang tenggelam lagi minta tolong', yakni dia minta untuk di tolong.
Read more

Maqulah kedua



والمقالة الثانية : قال النبي [ عليه السلام : عليكم بمجالسة العلماء ] أي العاملين [ واستماع كلام الحكماء ] أي العالمين بذات الله تعالى المصيبين فى أقوالهم وأفعالهم [ فإن الله تعالى يحيى القلب الميت بنور الحكمة ] أي العلم النافع [  كما يحيى الأرض الميتة بماء المطر ] وفى رواية الطبراني عن أبي حنيفة [ جالسوا الكبراء وسائلوا العلماء وخالطوا الحكماء ] وفى رواية [ جالس العلماء وصاحب الحكماء وخالط الكبراء ] أي فإن العلماء ثلاثة أقسام  : العلماء بأحكمام الله تعالي وهم أصحاب الفتوي : والعلماء بذات الله فقط وهم الحكماء ففي مداخلتهم تهذيب للأخلاق لأنهم أشرقت قلوبهم بمعرفة الله وأشرقت أسرارهم بأنوار جلال الله  : والعلماء بالقسمين وهم الكبراء فإن مخالطة أهل الله تكسب أحوالا سنية والنفع باللحظ فوق النفع باللفظ فمن نفعك لحظه نفعك لفظه ومن لا فلا ، قال النبي صلى الله عليه وسلم [ سيأتي زمان على أمتي يفرون من العلماء والفقهاء فيبتليهم الله بثلاث بليات : أولاها يرفع الله البركة من كسبهم ، والثانية يسلط الله تعالى عليهم سلطانا ظالما ، والثالثة يخرجون من الدنيا بغير إيمان ].


Dan Maqalah yang Kedua : adalah sabda Nabi : 'Alaihis salam : Wajib bagi kamu untuk bermajlis dengan para ulama', yaitu ulama yang mengamalkan ilmunya, : 'Dan mendengarkan perkataan orang-orang yang arif bijaksana', yaitu orang-orang yang mengetahui dengan dzat Allah ta'ala, orang-orang yang benar dalam ucapan mereka dan perbuatan mereka, : 'Maka sesungguhnya Allah ta'ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah', yakni ilmu yang bermanfaat, : 'Sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan', Dan dalam riwayat ath thabrani dari abu hanifah : 'Duduklah kamu dengan orang-orang yang besar, dan bertanyalah kamu kepada para ulama, dan berkumpulah kamu dengan orang-orang yang arif bijaksana', Dan dalam satu riwayat : 'Duduklah kamu dengan para ulama, dan bertemanlah kamu dengan orang-orang yang arif bijaksana, dan bergaullah kamu dengan orang-orang yang besar', yakni Sesungguhnya ulama itu ada tiga macam 1 : orang-orang yang mengetahui dengan hukum-hukum Allah ta'ala, mereka adalah orang-orang yang memiliki fatwa. 2 : ulama yang mengetahui dzat Allah ta'ala saja dan mereka di sebut al hukama maka bergaul dengan mereka itu mendidik kepada akhlaq karena sesungguhnya bersinar hati mereka dengan sebab ma'rifat kepada Allah dan bersinar nurani-nurani mereka dengan sebab cahaya-cahaya keagungan Allah 3 : ulama dengan dua sifat yaitu mengerti hukum dan kenal Allah, mereka di sebut alkubara atau orang-orang besar maka sesungguhnya berkumpul dengan ahlinya Allah, kamu akan mendapat kondisi-kondisi yang tinggi dan manfaat dengan melihat wajah di atas manfaat hanya sekedar mendengar lafadz ucapannya maka barangsiapa memberi manfaat kamu penampilan wajahnya niscaya memberi manfaat kamu lafadz ucapannya dan barangsiapa tidak memanfaati wajah tersebut maka tidak manfaat pula lafadz ucapannya, Bersabda nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : 'Akan datang suatu zaman atas umatku, yang mana mereka lari dari para ulama dan para fuqaha maka Allah memberikan cobaan kepada mereka dengan tiga cobaan : [1] : Yang Pertama : Allah ta'ala akan menghilangkan barakah dari usaha mereka. [2] : Yang Kedua : Allah ta'ala akan memberikan kekuasaan atas mereka kepada penguasa yang dhalim. [3] : Yang Ketiga : Mereka akan keluar dari dunia dengan tanpa membawa iman.
Read more

maqolah pertama



المقالة الأولى :  ما روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : [ خصلتان لا شيئ أفضل منهما الأيمان بالله والنفع للمسلمين ] بالمقال أو بالجاه أو بالمال أو بالبدن ، قال رسول الله صلى الله عليع وسلم [ من أصبح لا ينوى الظلم على أحد غفر له ما جنى ومن أصبح ينوى نصرة المظلوم وقضاء حاحة المسلم كانت له كأجر حجة مبرور ] وقال عليه السلام [ أحب العباد إلى الله تعالى أنفع الناس للناس وأفضل الأعمال إدخال السرور على قلب المؤمن يطرد عنه جوعا أو يكشف عنه كربا أو يقضي له دينا ، وخصلتان لا شيئ أخبث ] أي أنجس ( منهما الشرك بالله والضر بالمسلمين ) في أبدانهم أو أموالهم فإن جميع أوامر الله تعالى ترجع إلى خصلتين التعظيم لله تعالى والشفقة لخلقه كقوله تعالى : أقيموا الصلاة وآتوا الزكاة ، وقوله تعالى : اشكر لي ولوالديك

Maqalah yang Pertama : adalah apa yang di riwayatkan dari nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasannya beliau bersabda : 'Ada dua perkara yang tidak ada sesuatu yang lebih utama dari keduanya yaitu iman kepada Allah dan memberi manfaat kepada orang-orang islam', bisa dengan ucapan, atau dengan kekuasaan, atau dengan harta, atau dengan badan. Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : 'Barangsiapa yang pada waktu pagi tidak berniat berbuat dhalim atas seseorang, di ampuni baginya apa yang telah dia lakukan dan barangsiapa yang pada waktu pagi berniat untuk menolong orang yang di dhalimi dan memenuhi hajatnya orang islam maka baginya pahala seperti pahala haji mabrur', Dan bersabda 'alaihis salam : 'Hamba yang paling di cintai oleh Allah ta'ala adalah orang yang paling bermanfaat kepada manusia dan seutama-utamanya amal adalah memasukan kegembiraan di atas hati orang mukmin, mengusir darinya lapar atau menghilangkan darinya kesusahan atau membayar hutangnya, dan ada dua perkara yang tidak ada sesuatu yang lebih akhbats-lebih jelek', yakni lebih najis, 'Dari pada dua perkara tersebut adalah berbuat syirik kepada Allah dan berbuat bahaya kepada orang-orang islam', di dalam badan-badan mereka atau harta-harta mereka, maka sesungguhnya semua perintah-perintah Allah itu kembali kepada dua perkara yaitu mengagungkan Allah ta'ala dan berbuat baik kepada makhluknya, Seperti firman Allah ta'ala : 'Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat', Dan firman Allah ta'ala : 'Hendaknya kamu bersyukur kepadaku dan kepada kedua orang tuamu'
Read more